Denda Telat Bayar Pajak Motor

denda telat bayar pajak motor per bulan

Terlambat membayar pajak kendaraan bermotor acap kali terjadi karena berbagai faktor yang memengaruhinya. Mulai dari tidak pemilik kendaraan yang tidak mempunyai biaya untuk membayar atau memang lupa jadwal pembayaran tagihannya.

Meskipun jangka waktu pembayaran motor memakan waktu satu tahun, akan tetapi jika terlambat melunasi tagihan pajak, tentu saja infrastruktur dan kepentingan negara juga tidak bisa berjalan baik. Maka dari itu, bagi para Wajib Pajak sekaligus pemilik kendaraan beroda dua tersebut harus mulai memerhatikan ketepatan waktu saat membayar pajak motor nanti.

Kalau pun sudah lama terlambat dan telah dikenakan denda, maka secara paksa harus membayar denda telat bayar pajak motor itu.

Di sini, keterlambatan membayar pajak hingga dikenakan denda adalah apabila kamu telat satu bulan membayar, maka dendanya adalah dua bulan. Sedangkan jika kamu terlambat selama satu tahun, maka denda yang harus dibayar akan dikalikan 12 bulan.

Kalau telat 1 hari? Nah, kalau terlambat satu hari biasanya tidak akan dihitung sebagai denda selama satu tahun, tetapi dianggap terlambat satu bulan saja. Hal ini berlaku juga bagi keterlambatan perpanjang SIM.

Untuk lebih mudahnya, kamu harus mulai menghitung denda telat bayar pajak motor itu sendiri mulai dari sekarang.

Simak yuk cara menghitung denda telat bayar pajak motor berikut ini

1. Menghitung denda telat bayar pajak STNK satu tahun

Misalnya, motor kamu berkapasitas 125cc. Nah coba dilihat pada STNK, berapa biaya PKB (pajak kendaraan bermotor) nya.

Misalnya kalau di sana tertulis Rp 150.000,00 + Sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas jalan sebesar Rp 35.000,00 maka pajak yang harus dibayar sebesar Rp 185.000,00 seperti yang tertera pada STNK karena kamu tidak terlambat bayar pajaknya.

Namun, kalau sudah terlambat maka penghitungan dendanya cukup biaya kendaraan bermotor + Sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas jalan.

2. Menghitung denda membayar pajak sepeda motor satu tahun

Misalnya saja nih denda pajak kendaraan bermotor atau PKB nya adalah 25%, maka apabila terlambat, akan dirinci sebagai berikut:

  • Terlambat 1 bulan : PKB X 25% X 1/12
  • Terlambat 2 bulan : PKB X 25% X 2/12
  • Terlambat 3 bulan : PKB X 25% X 3/12
  • Terlambat 6 bulan : PKB X 25% X 6/12
  • Terlambat 1 tahun : PKB X 25% X 12/12

Contoh, kamu terlambat selama satu tahun, maka rumusnya adalah PKB = Biaya PKB X 25% X 12/12.

Berarti 150.000 x 25% x 1 = Rp 37.500,00, sementara denda Sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintasnya sebesar Rp 35.000, maka tinggal ditambahkan saja.

Rumusnya seperti di atas Denda PKB + denda sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas, yaitu Rp 37.500,00+ Rp32.000,00 (denda roda dua)  = Rp 69.500,00.

Jadi biaya pajak yang harus dibayar adalah biaya PKB + Sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas (SWDKLLJ) + denda keseluruhan, yakni

150.000+35.000+69.500 = 245.500

Itu artinya, selama satu tahun denda telat pajak motor yang harus dibayar adalah sebesar Rp 245.500,00.

Nggak sulit kan? Kalau kamu masih belum sepenuhnya memahami mekanisme dan bagaimana cara menghitung denda kendaraan seperti ini, maka bisa memanggil jasa konsultan pajak. Nantinya, bersama konsultan pajak kamu akan dibimbing dan didampingi untuk mengatasi segala kendala urusan pajak yang menyulitkanmu.

Nggak Cuma itu saja, dalam tahap perencanaan pajak yang memungkinkan kamu untuk tetap mengambil keuntungan banyak dan enggan rugi, maka jasa konsultan pajak juga bakal memberikan sejumlah arahan dan saran yang bisa dipertimbangkan ke depannya.

Jadi, berpajak tidak akan membuat kamu bangkrut atau miskin jika memilih jasa konsultan yang tepat dan bertanggungjawab.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *